Prensa en Indonesia resalta la condena de la RP China a EEUU por considerar a Cuba estado patrocinador del terrorismo

Yakarta, 20 de Enero.- El diario en idioma indonesio, Republik Merdeka, publicó un artículo consignando el rechazo de la RP China por todas las sanciones impuestas por Estados Unidos a la isla caribeña, incluida la más reciente adoptada a pocos días del fin de la Administración Trump, de incluir a Cuba en el listado de países patrocinadores del terrorismo.

El texto cita la cuenta de Twitter del director general del Departamento de Información del Ministerio de Relaciones Exteriores de la RP China, en la que lamenta la adopción de la medida con acusaciones infundadas, tal como ha obrado contra empresas chinas y considerando que estas acciones han empeorado su credibilidad ante el mundo. Asimismo, destaca que la Casa Blanca está manipulando la guerra contra el terrorismo como excusa para imponer presiones políticas y sanciones económicas a Cuba.

El artículo hace referencia además al llamado de Beijing al gobierno norteamericano para normalizar sus relaciones con la Isla, sobre la base del respeto mutuo e igualdad, enfatizando que sería positivo tanto para los derechos básicos de ambas naciones como para la estabilidad y paz en América Latina y el Caribe.

Citando al China Daily, el artículo resalta que el gigante asiático ha instado a la comunidad internacional a unirse en la lucha contra el terrorismo, al tiempo que se opone firmemente a que Estados Unidos lo utilice como excusa para imponer represiones políticas y sanciones económicas a Cuba y a otros países del mundo.

Embajada de Cuba en Indonesia

Leer artículo completo en: https://dunia.rmol.id/read/2021/01/14/470582/china-kecam-as-karena-masukkan-kuba-ke-daftar-negara-pendukung-terorisme

China Kecam AS Karena Masukkan Kuba Ke Daftar Negara Pendukung Terorisme

Laporan: Reni Erina

Kamis, 14 Januari 2021, 17:38 WIB 

https://dashboard.rmol.id/assets/images/logo/07461304122020_15x.png China menyatakan keprihatinannya atas sanksi yang diberlakukan oleh AS terhadap Kuba selama ini, termasuk yang paling baru ketika Washington memasukkan negara itu ke dalam daftar negara-negara yang mensponsori terorisme.

 

Lewat akun Twitternya, Direktur Jenderal Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyesalkan sikap Washington tersebut. Dia bahkan mengatakan, tindakan AS justru telah memperburuk kredibilitasnya sendiri di mata internasional.

"Tanpa menunjukkan bukti apa pun, Amerika Serikat telah memasukkan kembali Kuba ke dalam daftar negara yang mensponsori terorisme. Seperti tuduhan dan sanksi tak berdasar terhadap perusahaan China. Setiap kali Washington mengambil tindakan seperti itu, kredibilitasnya semakin memburuk," cuitnya, seperti dikutip dari Prensa Latina, Kamis (14/1).
 

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian pada hari Selasa (12/1) mengatakan bahwa Gedung Putih memanipulasi perang melawan terorisme sebagai dalih untuk mempertahankan penindasan sambil terus memberlakukan sanksi ekonomi di Kuba.

"China selalu berpandangan bahwa komunitas internasional harus bergandengan tangan dalam memerangi terorisme, tetapi dengan tegas menentang Amerika Serikat menggunakan anti-terorisme sebagai alasan untuk memberlakukan tindakan keras politik dan sanksi ekonomi di Kuba," ungkapnya, seperti dikutip dari China Daily.

Zhao kemudian mendesak pemerintah AS untuk menormalkan hubungan bilateral berdasarkan saling menghormati dan kesetaraan.

 

Dia juga menghimbau seluruh komunitas internasional bekerja sama untuk memberantas momok ini, setelah menekankan bahwa normalisasi hubungan Washington-Havana melayani hak-hak dasar kedua bangsa, tetapi juga akan mengarah pada stabilitas dan perdamaian di Amerika Latin.

Di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Amerika Serikat telah mencabut Kuba dari daftar negara-negara penyokong terorism 

 

Categoría
Bloqueo
Cooperación
Eventos
Multilaterales
Relaciones Bilaterales
Situaciones Excepcionales
Solidaridad
RSS Minrex